Artikel

FESTIVAL TARBIYAH: GALI POTENSI RAIH PRESTASI Oleh : Abd Kalim

TIPD STAIN Kudus | Selasa, 09 Mei 2017 - 15:30:18 WIB | dibaca: 237 pembaca

FESTIVAL TARBIYAH: GALI POTENSI RAIH PRESTASI
Oleh : Abd Kalim
Dosen Tarbiyah STAIN Kudus/ Pengelola PAUD Al-Jannah Kedung Jepara

Usai sudah rangkaian kegiatan festival tarbiyah. Diakui atau tidak kegiatan tersebut telah menyedot banyak perhatian dari internal maupun eksternal kampus. Pihak internal itu mulai dari pejabat kampus, dosen, karyawan, hingga mahasiswa. Pihak eksternal tak lain tak bukan mereka yang turut ambil bagian dalam perhelatan lomba antar pelajar. Dan tidak menutup kemungkinan dari pihak donatur dan sponsorship.

Kegigihan panitia yang didukung penuh oleh jurusan dan pimpinan STAIN Kudus dalam acara festival tarbiyah tahun 2017 terbilang sukses. Hal ini ditandai dengan anemo publik dalam keterlibatan festival tarbiyah. Kesuksesan berikutnya adalah bagaimana antusiasme warga STAIN Kudus dalam memeriahkan pembukaan festival tarbiyah dengan tajuk "Berguru dengan Habaib".

Saat pembukaan, GOR kebanggaan STAIN disulap oleh panitia HMJ menjadi lautan manusia. Seluruh civitas akademika tumpah ruah dalam GOR STAIN Kudus. Kompak dengan busana muslim serba putih-putih. Mereka serentak berdendang dalam melantunkan nada sholawat bersama habaib. Hadirin yang datang dibuat larut dalam balutan irama dan alunan musik rebana (terbang). Khusuk seraya bermunajat pada Allah Swt. Berharap meraih syafa’at di hari akhir nanti.

Ritus semacam festival tarbiyah diharapkan mampu menjadi inspiring bagi jurusan lain seperti Dakwah, Syari’ah, dan Ushuluddin agar terobsesi mendesain acara yang serupa. Rangkaian festival tarbiyah dari awal hingga akhir telah membawa dua dampak positif bagi kita semua.

Dampak pertama, berkah sholawat dengan habaib menjadi wasilah untuk mendapatkan banyak kebaikan untuk STAIN Kudus. Shalawat adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Rasulullah SAW bersabda :

“Jika orang bersholawat kepadaku, maka malaikat juga akan mendoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak.” (HR Ibnu Majah dan Thabrani)

Berdasarkan hadits tesebut, dapat diketahui bahwa membaca shalawat atas nabi mempunyai banyak manfaat dan kebaikan. Salah satunya adalah dapat mengundang datangnya karunia dan nikmat-nikmat Allah Swt. Bagi mahasiswa (pencari ilmu) tak ada tujuan lebih mulia kecuali karunia berupa ilmu yang bermanfaat. Jalan yang dapat ditempuh adalah dengan banyak melantunkan shalawat. Karena shalawat sama halnya dengan doa. Dengan bershalawat secara tidak langsung telah mengundang datangnya karunia dan nikmat-nikmat dari Allah Swt, sang pemberi nikmat.

Dampak positif kedua adalah menumbuhkan semangat menggali potensi untuk eksistendi diri di tengah masyarakat global. Festival tarbiyah sengaja dirancang apik oleh kolaborasi ketua jurusan tarbiyah dengan HMJ. Visinya adalah memberikan ruang kebebasan pada mahasiswa untuk mengaktualisasikan bakat dan minat mahasiswa. Hakikatnya manusia dilahirkan ke muka bumi telah membawa potensi baik fikriyah (kognitif), rukhiyah (afektif), dan jasadiyah (psikomotorik) yang unik dan berbeda. Dalam bahasa psikologi disebut dengan intelegensi, minat, dan bakat.

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir (Munandar, 1982). Minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya. Persamaan diantara bakat dan minat ini yaitu perlu adanya pengembangan melalui belajar agar kemampuan dan keinginan yang ada dapat menjadi sesuatu yang nyata. Jadi tidak hanya sebatas kemampuan dan keinginan saja. Melainkan adanya kemajuan atau bentuk nyata dari apa yang dimiliki dan apa yang diminati. Jika hal tersebut diasah, maka akan menjadi sesuatu yang bermanfaat sekali untuk diri sendiri maupun lingkungan. Namun, apabila tidak diasah, maka hanya menjadi bakat dan minat yang terpendam. Tidak akan membuahkan hasil yang lebih dari hanya sekedar kemampuan dan keinginan saja.

Salah satu faktor yang mendukung keterasahan bakat dan minat adalah faktor eksternal. Pasalnya bakat tidak akan terekspresi jika tidak disediakan ruang yang mendukung. Teori ini digagas oleh John Locke (1704-1932). Orang psikologi menyebutnya sebagai teori empirisme. Pengalaman empirik yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. Dosen memegang peranan penting terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Dan salah satu wadah yang diberikan oleh ketua jurusan tarbiyah adalah mengisi hardiknas dengan berbagai macam jenis perlombaan berbasis bakat dan minat. Dari tari kreasi, senam, karaoke, MTQ, stand up education, debat bahasa, hingga lomba media pembelajaran.

Jadi wajar jika ketua jurusan tarbiyah berulang kali menyampaikan di berbagai kesempatan bahwa keberadaan festival tarbiyah perlu di dukung oleh semua pihak. Keterasahan bakat dan minat tidak cukup diperoleh dari mimbar akademik di sudut-sudut kelas. Namun harus ada ruang khusus untuk menstimulus minat dan bakat mahasiswa tersebut. Disinilah ketua jurusan tarbiyah seolah ingin merekonstruksi pemikiran mahasiswa, bahwa intelektual akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Kematangan emosional, sosial, dan keluwesan tubuh adalah bekal berharga untuk survive di kancah ekonomi global. Dan festival tarbiyah menjadi sebuah keniscayaan.

Kudus, 9 Mei 2017