Berita

KKN STAIN Kudus Temukan Produk Makanan Baru Dari Desa

TIPD STAIN Kudus | Rabu, 24 Mei 2017 - 10:19:16 WIB | dibaca: 707 pembaca

KKN  STAIN Temukan Produk Makanan Baru Dari  Desa

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus angkatan ke-40 bagi mahasiswa ektensi benar-benar sukses. Hal ini ditandai dengan banyaknya inisiatif dan kreativitas yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN yang ada di Lokasi KKN yang tersebar di tiga kabupaten, hal ini disampaikan Wakil ketua I Bidang Akademik STAIN Kudus sekaligus sebagai penanggung jawab KKN di acara pembukaan ekspo KKN Mahasiswa Ektensi di Gor Kampus STAIN Kudus  kemarin. Wah KKN ini benar benar hebat, saya benar benar mengapresiasi dan salut kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menunjukkan kinerja secara optimal, lebih lanjut Saekan menjelaskan.

Wakil Ketua I yang juga aktivis organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama, mengatakan bahwa KKN STAIN Kudus ini bernama KKN Kemitraan Masyarakat dengan pendekatan ABCD singkatan dari Asset Based Community Development. Yaitu KKN yang bertujuan utama untuk mengembangkan dan melahirkan potensi yang ada di tengah lokasi KKN atau potensi yang ada di desa tempat lokasi KKN. Menurut penuturan M. Saekan Muchith yang  selalu hadir dalam acara KKN menambahkan bahwa KKN STAIN Kudus tersebar di 118 desa/lokasi yaitu kabupaten yaitu Kabupaten Blora 69 desa, Kabupaten Pati 39 Desa dan Kabupaten Kudus sebanyak  10 desa.

Kehadiran KKN STAIN Kudus dengan pendekatan ABCD sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena KKN ini benar-benar mampu menemukan produk baru yang masih tersimpan di masing-masing desa. Terbukti seluruh KKN di Lokasi telah berhasil menemukan produk baru yang mayoritas produk makanan dan minuman. Dari Kabupaten Blora telah banyak temuan makanan dan minuman, misalnya Sirup Kudu Nikah  yang memiliki makna Sirup dari daun mengkudu nikmat dan berkah. Ada juga yang menamukan es puter dari jagung dan pisang. Dari kabupaten Kudus ditemukan banyak produk seperti, Donat Doraemon yaitu donat rasa enak gagal move on, kripik Dumang yaitu singkatan dari keripik dari daun mangga yang terasa sangat enak dan gurih, ada jugta btehy rasa hebat yaitu the dari rambut jagung herbal dan bermanfaat,  ada juga manotole yaitu manisan toman rasa lemon, ada yang menarik yaitu menemukan ramuan abon yang diberi nama Bojoku yaitu abon Jowo Kudus.

Dalam sambutannya, Dr. M. Saekan Muchith memberikan apresiasi yang sangat tinggi dengan cara memberikan dukungan hadiah uang pembinaan kepada 3 (tiga) pemenang dari masing masing lokasi yang ikut ekspo di Gedung Olah raga Kampus STAIN Kudus kemarin. Uang pembinaan yang diberikan dari dosen yang selalu aktivis organisasi dan akrab dengan mahasiswa dan dosen ini adalah untuk juara I Rp. 1000,000 (satu juta rupiah), juara ke 2 Rp. 750.000 (tujuhratus limapuluh ribu) dan juara ke tiga Rp. 500.000 (limaratus ribu rupiah). (Hms/Stain)