Berita

M. Saekan : Ramadhan Harus Melahirkan Kepribadian Laut

TIPD STAIN Kudus | Sabtu, 27 Mei 2017 - 15:11:07 WIB | dibaca: 454 pembaca

 

Bulan ramadhan tahun 1438 H yang bertepatan dengan 2017 M sudah dimulai hari sabtu tanggal 27 Mei 2017. Banyak hal yang perlu diambil hikmah dari ibadah puasa ramadhan. Oleh sebab itu banyak pesan-pesan yang perlu di ketahui oleh masyarakat Indonesia umumnya dan umat Islam Indonesia khususnya. Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd memberikan pesan-pesan memasuki dan mengisi bulan suci ramadhan. Tim humas STAIN Kudus mengemas pesan-pesan Doktor M. Saekan Muchith yang diperoleh melalui wawancara di ruang kerjanya Gedung rektorat lantai 2 ruang Wakil Ketua I STAIN Kudus.

Bulan ramadhan adalah satu-satunya bulan yang memiliki makna sangat banyak dan mendalam bagi umat Islam dan umat agama lain, karena ibadah puasa memiliki nilai sosiologis, antropologis dan psikologis sehingga agama apapun bisa mengambil hikmah dari bulan suci ramadhan, begitulah Doktor Saekan Muchith panggilan akrabnya mengawali  perbincangan dengan tim humas STAIN Kudus.

Disela-sela melayani tamu mahasiswa yang meminta bimbingan skripsi dan tesis, Wakil Ketua I yang juga ketua Ika PMII Kabupaten Kudus ini menjelaskan bahwa orang yang berpuasa itu tidak cukup hanya menahan lapar dan haus, justru berpuasa itu harus juga menahan amarah atau emosi sehingga menjadi orang yang sabar. Orang yang berpuasa, lanjut Saekan, harus bisa mengambil makna dari filosofi laut. Bahwa laut itu setidkanya memiliki 5 (lima) sifat yang perlu diambil hikmahnya untuk kehidupan khususnya civitas akademika STAIN Kudus yang sedang belajar mengembangkan ilmu pengetahuan.

Setelah jam sore diatas jam 16.30, tamu dan pelayanan sudah sepi, Dr. M. Saekan Muchith yang juga sekretaris Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah mengurai secara detail 5 (lima) sifat yang dimiliki laut. Pertama, laut itu dimanapun pasti wilayahnya sangat luas, itu artinya orang yang berpuasa harus memiliki pikiran atau wawasan yang luas. Perasaan hati juga harus luas dalam artian harus sabar, dan tahan cobaan. Kedua, laut juga memiliki kedalaman air yang sangat dalam. Artinya setiap orang yang berpuasa harus memiliki keimanan dan kualitas kinerja yang optimal. Jangan sampai di bulan ramadhan ini justru kinerja dan semangat belajar itu kendor atau dangkal. Dalamnya air laut menandakan serius dan optimalnya semua usaha atau ihtiyar kita khususnya di bulan ramadhan dan umumnya diwaktu-waktu lainnya. Ketiga, laut pasti selalau memiliki ombak, dan ombaknya tidak pernah berhenti walaupun malam, siang dan sore hari. Hal ini menandakan bahwa orang yang menjalani ibadah puasa ramadhan harus terus melakukan aktivitas dan inovasi. Jangan sampai justru bulan puasa ini tidak melakukan aktivitas apapun alias malas atau tidak produktif. Bulan puasa mengajarkan umat Islam harus produktif. Jangan sampai bulan puasa dijadikan alasan untuk malas belajar atau malas berkerja. Keempat, laut isinya terdiri dari berbagai macam hewan atau binatang. Dari yang kecil sampai yang besar, dari yang lunak sampai yang membahayakan orang lain, dari yang harganya murah sampai yang harganya mahal. Artinya, orang yang beribadah puasa ramadhan harus memiliki sifat atau kepribadian yang siap menerima perbedaan atau pluralisme. Orang yang memiliki jiwa pluralis akan selalu merasa rendah hati alias tidak sombong. Tidak mudah menyalahkan orang lain, dan juga tidak pernah merasa dirinya pinter sendiri, dirinya paling benar sendiri. Ibadah puasa ramadhan mengajarkan dan mendidik kepada kita semua menjadi orang yang saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya walaupun berbeda agama, suku, warna kulit dan golongan atau kelompok. Sifat ini sangat penting dipahami oleh bangsa Indoensia ditengah-tengah bangsa Indoensia mudah dilanda krisis etika atau krisis kepribadian, tandas Saekan dnegan mewanti-wanti dan nada yang tinggi dan diulang-ulang. Kelima atau terakhir, laut memiliki keistimewaaan, semua yang berasal dari laut menjadi halal atau sah dan baik. Artinya orang yang beribadah puasa ramadhan harus bisa menjadikan segala sesuatu itu sah/halal atau baik yaitu semua produk yang dimiliki manusia atau umat Islam harus berpengaruh positif kepada orang lain. Puasa ramadhan mengajarkan dan mendidik agar umat Islam memiliki sikap dan perilaku yang bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1438 H, Semoga puasa ramadhan atau bulan suci ramadhan tahun ini mampu melahirkan karakter atau kepribadian umat Islam dengan lima karaketr yang dimiliki laut. Sehingga kita semua akan mendapat manfaat di dunia sampai di akherat. Amien. (Hms STAIN)