Artikel

M. Saekan: Gerakan ISIS Menurut Michel Foucoult

TIPD STAIN Kudus | Kamis, 06 Juli 2017 - 05:49:33 WIB | dibaca: 139 pembaca

 

Akhir akhir ini, umat Islam di hadapkan dengan issu gerakan Islam yang dimotori oleh sebagian masyarakat yang menyebut sebagai kelompok Islamic State of Iraq and Syiria atau disebut ISIS..

Secara umum kelompok ISIS memiliki tujuan membentuk negara Islam yang dimulai dari negara Iraq dan Syiria wilayah timur tengah. Masyarakat dunia melihat gerakan ISIS identik dengan gerakan atau perilaku yang keras, radikal dan penuh kekerasan. Melalui tayangan di berbagai media massa, aktivis ISIS tidak segan segan membunuh, membombardir kelompok kelompok yang dianggap tidak sesuai dengan keyakinan atau visinya. Seringkali kelomok ISIS menayangkan video pemenggalan kepala para jurnalis barat atau siapapun yang dianggap mengganggu “perjuangan “ kelompok ISIS. Bom bunuh diri, penikaman dua polisi yang sedang Sholat di masjid   serta pemasangan bendera berlambang ISIS di depan kantor polisi di Jakarta merupakan bukti nyata bahwa ISIS benar benat telah menebar teror kepada bangsa Indonesia.

Diakui atau tidak, disadari ataupun tidak, gerakan kelompok ISIS secara langsung maupun tidak langsung jelas mencoreng wajah Islam ditingkat lokal timur tengah maupun ditingkat global (internasional). Banyak tokoh Islam di Indonesia maupun di timur tengah mengutuk gerakan ISIS. Sebagian besar tokoh Islam berpendapat bahwa gerakan ISIS bukan representasi dari umat Islam. Gerakan ISIS murni akibat kepicikan cara fikir terhadap Islam. Gerakan ISIS akibat kebodohan terhadap Islam.  Beberapa orang Indonesia juga ada yang terpengaruh dengan propaganda atau provokasi ISIS, sehingga beberapa waktu lalu ada beberapa keluarga yang katanya ingin beribadah umroh atau wisata religi, tetapi ditengah jalan melakukan pemboikotan atau sengaja menghilang dari rombongan menuju syiria untuk bergabung dengan gerakan radikal ISIS.

Bagaimana sebenernya gerakan ISIS, apakah mereka bisa dikategorikan perjuangan dijalan Allah (jihad fisabilillah), atau hanya sebagian kecil kumpulan orang orang yang berwawasan sempit dalam memahami Islam. Atau ini merupakan ambisi orang orang tertentu yang ingin memperoleh kekuasaan dengan jalan yang tidak benar. Penulis akan mencoba melihat gerakan ISIS ini dari sudut pandang teorinya Michel Foucoult   yang ditulis  dalam desertasinya  berjudul “Historie de La Folie” (sejarah kegilaan) dan juga karya lainnya yang tidak kalah monumentalnya “Meladie Mentale et Personalite” ( penyakit jiwa dan kepribadian).

Michel Foucoult dan Teori Gila

Michel Foucoult lahir di perancis tahun 1926 dan meninggal tahun 1984. Michel Foucoult dibesarkan dari keluarga menengah ke atas. Bapak dan kakeknya berprofesi dalam bidang kedokteran yaitu berprofesi sebagai  dokter spesialis atau  ahli dokter bedah. Bisa dibayangkan, anak dari seorang dokter spesialis bedah pasti tidak dari keluarga orang miskin, mereka dapat dipastikan dari keluarga besar dan memiliki wawasan luas tentang ilmu pengetahuan. Meskipun dilahirkan dari keluarga yang bekerja dalam bidang kekdokteran, Michel Foucoult tidak tertarik terhadap ilmu kedokteran. Michel Foucoult lebih tertarik mendalami ilmu bidang filsafat dan psikologi. Hal ini dapat dilihat dari hasilnya, pada tahun 1948 Michel Foucoult memperoleh licence atau semacam penghargaan dalam bidang filsafat dan pada tahun 1950 memperoleh licence dalam bidang ilmu psikologi. Berdasarkan licence itulah maka Michel Foucoult layak disebuat ahli filsafat dan psikologi.

Popularitas Michel Foucoult tidak hanya di negara negara yang  berbahasa perancis, diberbagai negara yang menggunakan bahasa Inggris juga sangat dikenal melalui  karya yang telah dihasilkan. Michel Foucoult diminta sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat dan ide ide dalam artikelnya juga di muat diberbagai jurnal atau majalah di beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia.

Dalam bidang psikologi, Michel Foucoult memiliki pemikiran tentang penyakit jiwa yang dimuat dalam karyanya berjudul “Historie de La Folie” (sejarah kegilaan) dan juga karya lainnya yang tidak kalah monumentalnya “Meladie Mentale et Personalite” ( penyakit jiwa dan kepribadian). Gila dalam pandangan Michel Foucoult adalah kondisi psikologi manusia yang sedang mengalami gangguan mental atau kepribadian. Salah satu indikasi gangguan jiwa ditunjukkan dengan sikap atau perilaku yang tidak sesuai dengan aturan, norma yang berlaku secara umum. Karakteristik orang gila tidak selamanya membahayakan, karena kadang kala orang gila itu  tidak diketahui oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Secara empirik, banyak  orang yang tidak mengetahui seseorang itu telah gila, dirinya  sendiri juga tidak memahami bahwa dirinya itu sedang gila. Kadang kala seseorang yang secara psikologis sedang mengidap penyakit gila, tetapi dianggap sebagai pejuang atau pahlawan.

Michel Foucoult memandang, gila tidak selalu berbicara sendiri, berbicara kotor, teriak teriak, dan mudah marah marah mencaci maki orang lain, keluarganya bahkan orangtuanya sendiri. Penyakit gila dilihat dari kesadaran untuk mentaati aturan atau regulasi baik yang bersifat sosial maupun ideological (agama/keyakinan). Istilah lain, gila bisa dikatakan kehidupan diluar kewajaran (tidak normal). Ada kalanya tidak normal normal itu positif ada kalanya tidak normal itu negatif, tergantung konteks sikap perilaku itu dilaksanakan. Anak genius (memiliki IQ sangat tinggi) juga dapat dikatakan tidak normal atau tidak wajar. Tetapi ketidak wajaran anak jenius itu bersifat positif.

ISIS dan Penyakit Gila

Kelompok ISIS memiliki gerakan perjuangan untuk mengoptimalkan terbentuknya negara Islam. Dapat dipredikasikan bahwa negara Islam dianggap sebuah solusi yang tepat dalam mensikapi problematika kehidupan masyarakat global. Secara ekstrem dapat dipahami, bahwa proses membentuk negara Islam walaupun memperoleh banyak tantangan   dianggap sebagai realitas perjuangan menegakkan kebenaran dan ini dianggap bagian dari perintah Allah sang maha pencipta.

ISIS berpendapat bahwa negara Islam adalah negara yang akan menjamin kesejahteraan, kebahagaiaan manusia baik dunia maupun akherat. Sistem negara Islam sebagai jawaban antitesa dua ideologi  besar yang ada di dunia yaitu ideologi kapitalis dan ideologi komunis. Kapitalis dianggap sebuah ideologi tatanan kenegaraan dan sosial yang dianggap terlalu ke kanan, sedanagkan ideologi komunis dianggap terlalu kekiri. Sistem yang moderat (wasathan) adalah ideologi Islam yang diwujudkan melalui islam formal sebagai dasar sebuah negara.

Masyarakat yang tertarik dengan ISIS nampaknya memiliki keyakinan bahwa bergabung dengan ISIS yang bertujuan membentuk negara Islam adalah bagian dari ibadah, perjuangan di jalan Allah. Jika mati pada saat bergabung dengan ISIS diyakini mati sahit (mulia dunia akherat). Bahkan membunuh sesama manusia juga dianggap jihad yang tidak akan mendapat dosa di akherat nanti. Issu yang diangkat adalah issu anti barat (amerika), karena barat dalam hal ini di simbolkan dengan Amerika dianggap memushi atau menghalang halangi perkembangan Islam. Melawan barat (amerika ) dianggap bagian dari  jihad suci untuk menegakkan perintah Allah swt. Banyak media meliput, salah satu usaha untuk mendukung perjuanganya di lakukan dengan cara merapok atau mencuri. Meskipun mencuri atau merampok mereka berkayakinan itu berdosa, karena hasil merampok digunakan untuk jihad di jalan Allah.

Sampai disinilah, cara fikir, sikap dan bentuk perjuangan kelompok yang  ISIS  perlu dikritisi secara utuh. Secara umum cara fikir dan perjuangan yang dilakukan kelompok ISIS tidak bisa dibenarkan dari kacamata norma agaam Islam dan norma sosial yang berlaku di semua negara. Secara konseptual, memiliki pendapat membentuk negara Islam juga sudah menyalahi norma agama Islam (qur’an maupun hadis). Dalam al qur’an dan hadis tidak ada satupun ayat atau teks hadis yang memerintahkan atau mewajibkan kepada umat islam untuki membetnuk atau mendirikan negara Islam. Islam hanya memerintahkan membentuk atau mendirikan negara yang berbudaya (masyarakat madani) yang diilhami dari perjanjian hudaibiyah yang pernah di laksanakan oleh Nabi Muhamamd saw. 

Al qur’an memerintahkan umat Islam untuk saling menghargai, saling menghormati, menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan, demokratis dan selalu bermusyawarah dalam membuat keputusan.Islam menganjurkan atau mengajarkan pentingnya menegakkan keadilan tidak pandang bulu. Semua kebijakan dari seorang pemimpin harus selalu dilihat dari perspektif kemaslahatannya (kesejahteraannya).   Qaidah fiqh dijelaskan “ Tasharraful imam ala  arroiyyah manuthun bil mashlahah  Semua kebijakan atau perilaku pemimpin harus dilihat atau diprioritaskan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Artinya mewujudkan Kemaslahatan tidak melihat asal usul kelompok, suku, ras, agama dan golongan, karena  Islam tidak mengenal perbedaan suku, ras, tetapi yang dilihat hanya kualitas ketaqwaan. (inna aqromakun ‘indallahi atqaakum)

Selanjutnya berjuang untuk membentuk negara Islam yang dilakukan dengan kekerasan, dan gerakan yang menakutkan juga tidak bisa dibenarkan menurut norma agama ataupun norma sosial yang berlaku di semua negara. Segala bentuk  kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi menjadi musuh  semua agama dan semua negara. Islam mengajarkan dalam melakukan dakwah atau memperjuangkan sesuatu harus di lakukan dengan bijaksana (bil hikmah), dan kalau berbicara harus dengan ucapan (wal mauidhotil hasanah), perkataan yang baik dan sekiranya memerlukan konfrontasi atau berdiskusi harus juga dilakukan dengan cara yang baik. (wajaadilhum billati hiya ahsan).

Apa yang dilakukan kelompok ISIS menurut teori Michel Foucoult masuk kategori orang yang mengidap penyakit gila. Apa yang dilakukan kelompok ISIS secara umum tidak sesuai dengan nalar pada umumnya manusia. Meskipun mereka menyebut mendirikan negara Islam dan berjuangan di jalan Allah, dari aspek teori Michel Foucoult masuk kategori contoh orang yang memiliki penyakit gila. Konsep perjuangan dijalan Allah tidak sesuai dengan yang digariskan menurut norma agama Islam. Islam menggariskan, berjuangan mencapai kebaikan harus dilakukan dengan sikap dan perilaku yang baik, membongkar atau melawan kemungkaran tidak bisa di lakukan dengan kemungkaran. Berjuang mencapai kebaikan tidak boleh dengan kemungkaran. 

Orang gila memiliki perasaan atau keyakinan bahwa dirinya merasa paling benar dan hanya dirinya sendiri yang paling benar. Kelompok ISIS meskipun telah banyak membunuh orang lain tanpa alasan yang jelas, sedang berperilaku yang melanggar agama, tetapi orang orang yang tergabung dalam kelompok ISIS tidak menyadari bahwa dirinya telah salah dalam berfikir dan bersikap. Karakter seperti itu adalah indiaksi orang yang memiliki penyakit gila. Yaitu tidak tau kalau dirinya salah, dan selalu merasa benar walaupun secara umum orang lain mengatakan salah.

Penyakit gila sering kali memiliki sikap dan perilaku yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan pada umumnya yang dilakukan banyak orang. Cara perjuangan kelompok ISIS yang sangat radikal, menakutkan, adalah bentuk bentuk perjuangan yang tidak sama dengan pada umumnya banyak orang. Lagi lagi karaketristik seperti ini adalah bagian dari karakter orang yang sedang mengidap penyakit gila. Ketidakwajaran kelompok ISIS bersifat negatif, yaitu keunikan atau keanehan yang dianggap jelek oleh mayoritas masyarakat.

Tatacara perjuangan, perilaku, gerakan yang dilakukan kelompok ISIS dilihat dari norma agama ataupun norma yang berlaku di semua negara adalah bertentangan. Oleh sebab itu apa yang dilakukan kelomok ISIS dapat dikatakan sikap perilaku orang gila. Orang yang tertarik dan mengikuti gerakan kelompok ISIS layak dikatakan orang gila. Hanya orang orang gila yang tertarik atau percaya dengan misi atau perjuangan kelompok ISIS.