Artikel

M. Saekan Muchith : Idul Fitri & Matematika Kehidupan

TIPD STAIN Kudus | Jumat, 23 Juni 2017 - 09:03:42 WIB | dibaca: 250 pembaca

 

Renungan hari raya Idul Fitri 1438 H.

Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengrjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS. Al-Ashr: 1-3).

Ayat diatas menunjukkan pentingnya waktu bagi manusia. Hanya orang orang yang mampu memanfaatkan waktu untuk kebaikan yang memiliki keberuntungan. Hari raya idul fitri merupakan titik awal untuk mengetahui apakah manusia mampu memanfaatkan waktunya untuk melakukan hal hal yang positif, sehingga dapat diketahui kualitas ibadah puasa ramadhan yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh. Produktivitas puasa ramadhan  akan dapat dirasakan jika manusia mampu menggunakan waktu kehidupannya untuk hal hal yang lebih baik selama 11 (sebelas bulan) kedepan. Oleh sebab itu pada hari raya idul fitri ini, manusia harus memulai mengatur waktu kehidupan agar benar benar memperoleh predikat la’allakum tattaquun (orang yang bertaqwa).

Waktu kehidupan

Orang yang sukses adalah orang yang mampu mengelola waktu kehidupan secara optimal dan lebih banyak diperuntukkan untuk melaksanakan hal hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Artinya  orang yang menggunakan waktunya lebih banyak untuk kebaikan maka memiliki peluang besar memperoleh kebahagiaan dari bulan puasa ramadhan sehingga  kembali suci dan terbebas dari berbagai bentuk dosa kecil maupun besar (idul fitri). Kesuksesan dalam menggapai idul fitri, terletak sejauhmana manusia mampu memanfaatkan atau menghitung waktu kehidupan yang dimiliki selama hidup di dunia.

Ada sebuah  berilustrasi, seandainya manusia di kasih umur hidup di dunia selama 70 (tujuh puluh) tahun. Jika dilihat dari persepktif jam, maka akan dapat ditemukan jumlah waktu sebagai berikut: 24 jam x 30 hari = 720 jam. Artinya  selama satu bulan manusia memiliki waktu 720 jam. 720 jam x 12 bulan = 8640 jam. Artinya selama satu tahun manusia memiliki waktu sebanyak 8640 jam. 8640 jam x 70 tahun, maka ditemukan angka  604.800 jam  (Enamratus empat ribu delapanratus jam). Artinya selama hidup 70 tahun, manusia memiliki waktu sebanyak 604.800 jam.  Waktu yang dimiliki tersebut, mari kita coba hitung berapa jam yang digunakan untuk kemaslahatan dan berapa waktu yang terbuang untuk kemadhorotan.

Pertama, waktu sebelum baligh. Dalam norma ketentuan fiqh (hukum Islam) bagi laki laki dikatakan baligh jika sudah pernah mimpi basah, sedangkan untuk perempuan sudah datang bulan. Jika dilihat dari persepktif usia kalender  maka rata rata usia baligh adalah berkisar 12 tahun. Dalam usia sebelum balig manusia belum menerima kewajiban hukum, sehingga dalam usia ini masih banyak digunakan untuk bermain. Oleh sebab itu jika usia manusia hidup didunia 70 tahun, maka dikurangi masa sebelum baligh yaitu 12 tahun, sehingga waktu yang digunakan sebagai manusia dewasa yang telah menerima kewajiban hokum selama 58 tahun.

Kedua,   waktu untuk tidur. Sehari semalam, rata rata manusia tidur sekitar 8 jam, dikalikan  satu bulan (30 hari) = 240 jam. Artinya dalam satu bulan manusia telah menghabiskan untuk tidur selama 240 jam. Jika dalam satu tahun, maka 240x12 = 2880 jam, artinya dalam satu tahun manusia telah menghabiskan waktunya untuk tidur sebanyak 2880 jam. Jika dalam usia 70 tahun dikurangi usia sebelum baligh 12 tahun maka, 2880x58 tahun= 167.040 jam. Jika waktu ini di bagi tahun (8640 jam) maka ditemukan angka 19,3. Artinya jika manusia memiliki umur 70 tahun di dunia, maka waktu yang dipergunakan untuk tidur sebanyak 19,3 tahun.

Ketiga, waktu bekerja. Rata rata manusia bekerja berkisar 8-9  jam. Jika dibuat rata rata 9 jam, manusia bekerja  dalam satu bulan adalah 270 jam. Artinya dalam satu bulan waktu yang digunakan untuk bekerja sebanyak 270 jam. Dalam satu tahun, maka 270 jam x 12 bulan = 3240, artinya dalam satu tahun waktu yang digunakan untuk bekerja sebanyak 3240 jam. Jika manusia memiliki usia  70 tahun, setelah dikurangi masa sebelum baligh 12 tahun  berarti 3240 x 58 tahun =187920 jam. Jika dibagi satu tahun (8640 jam) = 21,7. Artinya selama usia 70 tahun, setelah dikurangi masa sebelum baligh,  waktu yang digunakan untuk bekerja adalah 21,7 tahun.

Keempat, waktu untuk sholat. Manusia menggunakan waktu untuk sholat rata rata 5 menit x 5 sholat wajib, berarti selama sehari semalam waktu yang diperguankan untuk sholat  sebanyak 25 menit. Jika selama satu bulan berarti 25 menit x 30 hari = 750 menit, jam. Artinya dalam satu bulan manusia menggunakan waktu untuk sholat sebanyak 750 menit yang setara dengan 12,5 jam. Dalama satu tahun berarti, 12,5 x 12 = 150 jam. Artinya selama satu tahun manusia telah menggunakan wantu untuk sholat sebanyak 150 jam. Jika usia manusia hidup didunia 70 tahun, setelah dikurangi usia sebelum baligh 12 tahun maka 150 jam x 58 tahun= 8700 jam, setara dengan 1,06 tahun. Artinya jika manusia memiliki usia 70 tahun hidup di dunia, setelah dikurangi usia sebelum baligh 12 tahun, maka waktu yang digunakan untuk menjalankan ibadah sholat sebanyak 1 tahun 6 hari.

Kelima, waktu untuk grumpi, membicara aib orang lain. Manusia tempatnya khilaf dan dosa, tidak menutup kemungkinan setiap hari manusia juga “ngarasi” orang lain. Ngrumpi atau ngrasani orang lain merupakan perbuatan yang sangat menyenangkan dan biasanya manusia yang ngarasi tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Katakan saja waktu rata rata untuk “ngarasi” orang lain setiap hari 1 jam, maka 1 jam  x 30 hari = 30 jam.  Artinya dalam satu bulan manusia memiliki waktu untuk “ngarasi”, ngrumpi sebanyak 30 jam. Jikia dalam satu tahun adalah 30 jam x 12 bulan = 360 jam. Artinya dalam satu tahun waktu yang digunakan untuk ngrumpi, ghibah, “ngrasani” orang lain sebanyak 360 jam. Jika usia manusai 70 tahun, dikurangi masa sebelum baligh, maka 360 jam x 58 tahun = 20880 jam yang setara dengan 2,4 tahun, artinya selama hidupnya waktu yang digunakan untuk ngrumpi dan ngrasani aib orang lain selama 2,4 tahun.

Keenam, waktu untuk makan. Rata rata waktu yang digunakan untuk  satu kali makan berkisar 30 menit, jika dalam sehari semalam berarti 30 menit x 3 = 90 menit setera dengan 1,5 jam.jika dalam satu bulan maka 1,5 jam x 30 hari =  45 jam. Artinya waktu yang digunakan untuk makan dalam sebulan sebanyak 45 jam. Jika dalam satu tahun, maka 45 jam x12 bulan = 540 jam. Jika usia manusia di dunia 70 tahun di kurangi masa sebelum baligh, maka 540 jam x 58 tahun = 31320 jam, setara dengan 3,6 tahun. Artinya selama hidup manusia waktu yang digunakan untuk makan sebanyak 3,6 tahun.

Ketujuh,  Waktu untuk mandi, rata rata manusia mandi berkisar 15 menit. Dalam sehari dibutuhkan waktu 15 menit x 2 = 30 menit.  Dalama satu bulan berarti, 30 menit x 30 hari =  900 menit, setara dengan 15 jam.    Artinya dalam satu bulan manusia memiliki waktu untuk mandi sebanyak 15 jam. Jika dalam satu tahun adalah 15 jam x 12 bulan = 180 jam. Artinya dalam satu tahun waktu yang digunakan untuk mandi sebanyak 180 jam. Jika usia manusai 70 tahun, dikurangi masa sebelum baligh, maka 180 jam x 58 tahun = 10440 jam yang setara dengan 1,2 tahun, artinya selama hidupnya waktu yang digunakan untuk mandi selama 1,2 tahun.

Kedelapan, waktu untuk nonton TV. Bangsa Indonesia paling senang melihat televisi khsuusnya tayangan sinetron. Rata rata waktu yang digunakan nonton TV mulai jam 18.00- 21.00 (3 jam). Dalam satu bulan adalah 3 jam x 30 hari = 90 jam. Jika dalam satu tahun berarti  90 jam x 12 = 1080 jam. Jika dalam usia 70 tahun setelah di kurangi usia baligh12 tahun berarti 1080 jam x  58 tahun = 62640 jam, setara dengan 7,25 tahun.

Rekapitulasi Usia kehidupan

Berdasarkan hitung hitungan secara matematis, maka waktu kehidupan manusia selama 70 tahun, dapat dilihat berapa lama waktu yang digunakan untuk melaksanakan hal hal yang positif yaitu mendekatakan diri kepada Allah swt, dan berapa waktu yang digunakan untuk kecendrungan menjuahkan diri dari Allah swt.

Usia baligh selama 12 tahun sudah barang pasti digunakan untuk bermain atau foya foya, karena dalam usia ini belum ada kewajiban untuk melaksanakan hukum /perintah Allah swt. Usia untuk tidur selama 19,3 tahun. Usia untuk bekerja selama 21,7 tahun. Usia untuk menjalankan ibadah sholat selama 1, 06 hari (satu tahun lebih enam hari). Usia untuk ngrumpi selama 2,4 tahun. Usia untuk makan dan mandi selama 4,8 tahun. Usia untuk bercanda dengan keluarga selama 2,4 tahun. Usia untuk nonton televise/nonton sinetron selama 7,25 tahun. Sehingga  waktu kehidupan kita jika kita diberi usia 70 tahun oleh Allah, maka waktu yang nyata nyata untuk beribadah kepada Allah hanya 1 tahun lebih 6 hari. Waktu yang lainnya, selama 69 tahun itu untuk kegiatan yang tidak berguna. Waktu kita yang paling banyak digunakan untuk tidur, yaitu sampai 19 tahun. Jika kita berusia 70 tahun, maka waltu untuk tidur sebanyak 19 tahun.

Maka supaya usia kita bermanfaat, maka waktu yang digunakan untuk bekerja selama 21 tahun harus kita jadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Jika bekerja kita dijadikan sarana ibadah maka selama kita bekerja kita akan memperoleh pahala dari Allah swt. Konsekuensinya kita harus selalu ihlas, taat dna patuh kepada apa yang diperintahkan kepaad Allah dan menjauhi larangan Allah swt. Kesimpulannya, waktu yang telah diberikan kepada Allah kepada kita semua, ternyata kita belum bisa memanfatkan dengan sebaik baiknya sehingga sangat banyak waktu kita gunakan hanua untuk hal hal yang kurang bermanfaat. hal ini sesuai dengan hadis rasulullah saw. Dari Ibnu Abbas Ra, dia berkata; nabi Muhamamd saw, bersabda. “ Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah Kesehatan dna waktu luang”.

Semoga hari raya idul fitri 1438 H tahun ini bertepatan dengan 25 Juni 2017, kita mampu meningkatkan secaar optimal untuk memanfaatkan waktu luang yang diberikan Allah kepada kita semua, sehingga dihari kelak nanti ternasuk orang orang yang beruntung, Selamat hari raya idul fitri 1438 H, Minal ‘aidin wal fai’izin Mohon Maaf lahir batin.