Berita

Orasi Ilmiah Menteri Agama di Wisuda STAIN Kudus Periode Oktober 2016

Administrator | Senin, 31 Oktober 2016 - 08:03:33 WIB | dibaca: 1266 pembaca

Orasi Ilmiah Menteri Agama di Wisuda STAIN Kudus Periode Oktober 2016

Kudus - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, Sabtu (29/10/2016) menyelenggarakan sidang senat terbuka dengan agenda Wisuda XXI Strata 1 dan Wisuda III Strata 2. Jumlah wisudawan periode Oktober 2016 sebanyak 551 mahasiswa. Hingga kini, sedikitnya STAIN Kudus telah melahirkan 9.451 sarjana.

Wisuda sarjana kali ini sangat istimewa karena Sidang Senat Terbuka STAIN Kudus dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Ikut mendampingi Menteri Agama, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Amsal Bachtiar, Kapinmas Mastuki, dan Sesmen Khairul Huda Basyir.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam orasi ilmiahnya mengapresiasi kiprah STAIN Kudus dalam melahirkan para sarjana. Menteri Agama berharap mereka dapat berkontribusi maksimal dalam pembangunan bangsa.

“Saat ini, Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam ingin mewujudkan Pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan menjadi rujukan dunia dalam integrasi ilmu agama, pengetahuan, dan teknologi,” kata Menteri Agama di Gedung Olahraga Kampus STAIN Kudus.

Menteri Agama berharap Indonesia dapat menjadi destinasi belajar ilmu-ilmu keislaman berkelas dunia yang integratif dan non dikotomik. Untuk itu, Kementerian Agama telah mengambil beberapa langkah, antara lain: mendorong transformasi kelembagaan STAIN menjadi IAIN dan IAIN menjadi UIN.

“Saat ini perguruan tinggi keagamaan di bawah Kemenag ada 55 lembaga pendidikan. UIN ada 11, IAIN sebanyak 30, dan STAIN ada 14,” tegas Menteri Agama.

“Saya menyambut baik rencana STAIN Kudus yang akan berubah menjadi IAIN. Semoga tahun ini sudah ada kabar baiknya,” kata Menteri Agama.

Disampaikan Menteri Agama RI, ikhtiyar transformasi kelembagaan STAIN menjadi IAIN, lalu IAIN menjadi UIN sudah tepat. PTKIN harus on the track di tengah-tengah tingginya animo masyarakat Indonesia dan muslim dunia yang ingin memiliki generasi muslim yang moderat dan menguasai ilmu-ilmu umum.

“Apapun bentuk transformasi kelembagaan PTKI, saya hanya ingin memastikan bahwa UIN, IAIN, dan STAIN harus tetap menjaga kontribusi nyatanya dalam menjaga keutuhan NKRI. Bahkan memperkuatnya dengan pemahaman keagamaan yang kontekstual, harmonis, dan penuh toleransi serta tetap kuat akan ide-ide segar, progresif, serta konstruktif berlandaskan ajaran Islam,” pesan Menteri Agama.

Dalam pandangan Menteri Agama, PTKI sudah berhasil membuktikan dan membumikan nilai-nilai keislaman, dan ikut mengawal transisi demokrasi. PTAI juga sukses dalam membumikan ajaran Islam yang membawa misi rahmatan lil alamin.

Menteri Agama Lukman hakim Saifuddin mengapresiasi keberadaan lima jurnal STAIN Kudus yang sudah terakreditasi nasional. Menurutnya, hal itu merupakan prestasi membanggakan.

“Jika kampus ingin maju dan berkontribusi dalam kancah nasional, maka ujung tombaknya adalah keberadaan jurnal,” terangnya. (BA)