Artikel

Prediksi Guru PAI Masa Depan Oleh : Dr. H. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd

TIPD STAIN Kudus | Kamis, 16 Februari 2017 - 11:33:33 WIB | dibaca: 1786 pembaca

Prediksi Guru PAI Masa Depan
Dr. H. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd
Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus; email : kisbiyanto@gmail.com


PAI Masa Kini

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu bidang ajar dalam pembelajaran agama Islam, yang mempunyai satu nomenklatur, yaitu PAI tetapi mempunyai banyak pemaknaan karena cakupan dan ruang lingkupnya yang luas. PAI sebagai mata pelajaran di sekolah, misalnya di SD, SMP, SMA, dan SMK, maka PAI mempunyai momot dan bobot yang meliputi semua materi agama Islam dan diajarkan di masing-masing jenjang pendidikan tersebut. Namun, PAI di lingkungan madrasah, misalnya MI, MTs, dan MA, maka PAI mempunyai spesifikasi sebagai rumpun mata pelajar yang sekurangnya terdiri dari empat bidang, yaitu Qur`an-Hadits, Akidah-Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Lebih dari itu, PAI di madrasah-madrasah tertentu yang lebih mengutamakan konten ilmu-ilmu agama Islam yang jauh lebih luas, maka PAI bahkan meliputi setiap cabang dari ilmu-ilmu pokok keislaman, misalnya ulumul qur’an, ulumul hadits, tafsir, syarh hadits, qiroat, tajwid, baca dan tulis al-qur’an (semuanya rumpun qur’an-hadits), kemudian ilmu tauhid, ilmu kalam, ilmu akhlak, ilmu tasawuf (semuanya rumpun akidah-akhlak), kemudian fiqih, ushul fiqih, fiqih ibadah, fiqih muamalah, fiqih jinayah, fiqih siyasah, faraid/mawaris, ilmu falaq (semuanya rumpun fiqih), dan tarikh, siroh nabawiyah, perkembangan Islam di nusantara, dan perkembangan islam di timur tengah (semuanya rumpun SKI).

Demikian luas ilmu-ilmu yang membentuk PAI, karena terdiri dari berpuluh ilmu dan cabang ilmu sehingga PAI mempunyai cakupan yang luas dan banyak. Dalam kenyataannya, meskipun PAI itu sangat luas, tetapi seorang pendidik yang mengajarkan PAI, maka baginya hanya mengajarkan secara spesifik bagian-bagian dari PAI itu. Misalnya, seorang guru di madrasah, maka satuan profesinya adalah sebagai guru qur’an-hadits, atau guru akidah-akhlak, atau guru fiqih, atau guru SKI, atau bahkan guru qiroat, guru tajwid, guru falaq, guru faraid, perbandingan madzhab, dan semacamnya. Artinya, satuan profesi sebagai pendidik di lembaga pendidikan itu ternyata dilakukan secara spesifik. Tentu saja hal ini hampir sama dengan yang terjadi di SD, SMP, SMA, dan SMK meskipun penyebutan profesinya tetap dengan guru agama Islam.

PAI Masa Depan

PAI di masa yang akan datang akan semakin dikembangkan, baik dari aspek keilmuan maupun kelembagaannya. Dari aspek keilmuan, maka dimungkinkan ada bidang-bidang baru atau bidang lama yang ditampilkan dengan pembidangan baru. Misalnya, pada PAI bidang fiqih, maka akan ada fiqih nisa’, fiqih haji, fiqih safar, fiqih zakat, fiqih perbankan, fiqih pegadaian, fiqih asuransi dan sebagainya. PAI bidang SKI, maka akan ada tarikh perkembangan Islam di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan juga sejarah perkembangan Islam secara lokal di daerah-daerah, misalnya ada istilah Islam Jawa, Islam Minang, Islam Banjar, Islam Melayu, Islam Nusantara, dan sebagainya.

Pada aspek kelembagaan, PAI sebagai profesi keguruan akan dispesifikan sebagai Pendidikan Guru Qur`an-Hadits (PGQH), Pendidikan Guru Akidah-Akhlak (PGAA), Pendidikan Guru Fiqih (PGF), dan Pendidikan Guru SKI (PGSKI). Bahkan bisa jadi akan dikembangkan Pendidikan Guru Tajwid, Pendidikan Guru Falaq, Pendidikan Guru Faraid, dan semacamnya. Jadi perguruan tinggi semisal STAIN, IAIN, dan UIN akan mengembangkan program studi PAI dengan berbagai cara, baik memecah menjadi beberapa program studi baru atau tetap program studi PAI dengan mengkonsentrasikan pada kajian tertentu, misalanya PAI konsentrasi PGQH, PAI konsentrasi PGAA, PAI konsentrasi PGF, ataupun PAI konsentrasi PGSKI.

Guru Qur`an Hadits

Profesi guru qur’an-hadis sebenarnya profesi yang sangat penting, utama, dan mendasar. Qur`an dan hadits adalah sumber dasar dan utama dalam ajaran agama Islam. Guru qur’an-hadits sekurang-kurangnya harus benar-benar sarjana yang menguasai dengan baik kedua bidang tersebut. Karena itu, guru qur’an-hadits masa depan adalah guru yang menguasai (1) ulumul qur`an, (2) ulumul hadits, (3) nahwu, (4) shorof, (5) balaghoh, (6) tahfidz atau penghafalan, (7) ilmu tajdwid, (8) ilmu qiroat, (9) baca dan tulis al-Qur’an, (10) tafsir, (11) syarh hadits.

Strategi spesifikasi PAI untuk bidang Qur`an-Hadits ini dimulai dari program studi di perguruan tinggi agama Islam (PTKI), sehingga para calon sarjana benar-benar sudah dibekali dengan dasar-dasar dan pengembangan ilmu-ilmu bidang studi al-Qur’an dan hadits, serta bahasa Arab. Dengan spesifikasi pendidikan guru qur`an-hadits masa depan tenaga terdidik bidang qur`an-hadits benar-benar semakin akan meningkat, bukan hanya pada aspek keilmuan, tetapi juga pada aspek profesinya yang bisa diandalkan.

Guru Akidah-Akhlak

Guru Akidah-Akhlah juga mempunyai tingkat keutamaan yang penting karena mengajarkan sendi-sendi dasar dari ketauhidan, keimanan, dan juga akhlak. Dewasa ini, orang sering mempermasalhkan tentang akidah dan keyakinan sebagai monopoli kelompok atas pemahaman keislamannya, yang belum tentu sebenarnya jika dinilai oleh kelompok lain. Akibatnya, terjadi masalah sosial yang terkait dengan akidah dan kepercayaan, misalnya pengkafiran dan pembid’ahan. Guru akidah-akhlak juga mengajarkan sendi-sendi dasar terpenting tentang akhlak, bahwa anak-anak muslim harus mengutamakan budi pekerti yang sesuai dengan ajaran Islam, tidak mudah terobang-ambing oleh situasi dan perkembangan globalisasi yang sering kali bersifat destruktif dan jauh dari nilai spiritual keagamaan.

Program studi PAI kosentrasi PGAA akan dibekali dengan ilmu-ilmu penting misalnya ilmu tauhid, ilmu kalam, ilmu tasawuf, studi al-qur’an, studi hadits, bahasa Arab, dan juga psikologi mengajar. PGAA memastikan bahwa sarjana yang akan menjadi guru akidah-akhlak benar-benar menguasai dasar-dasar keilmuan dan metodologi sebagai pendidikan akidah-akhlak.

Guru Fiqih

Guru fikih mempunyai peran penting dalam mengajarkan syariah agama Islam. Islam dijalankan dengan syariat sebagai usaha manusia unutk menghamba kepada Allah SWT. Perwujudan teknis pelaksanaannya adalah dengan melaksanakan ibadah sesuai hukum-hukum dalam fiqih.

Program studi PAI kosentrasi PGF akan dibekali dengan ilmu-ilmu penting misalnya fiqih, ushul fiqih, fiqih ibadah, fiqih mu’amalah, tafsir ahkam, hadits ahkam, ilmu falaq, ilmu faraid, dan cabang fiqih lainnya.

Guru SKI

Guru SKI mempunyai peranan yang tidak mudah, karena al-Qur`an sebagai sumber ajaran Islam berisikan sebagaian besarnya dengan kisah-kisah yang sangat terkait dengan sejarah beserta hikmah-hikmahnya. Sejarah sejak zaman awal manusia diciptakan, yaitu Nabi Adam AS hingga para nabi dan rasul.

Program studi PAI kosentrasi PGSKI akan dibekali dengan ilmu-ilmu penting misalnya tafsir tentang kisah-kisah dalam al-Qur`an dan hadits, siroh nabawiyah, sejarah zaman khulafaurrasyidin, sejarah zaman sahabat, sejarah zaman tabi`in, sejarah zaman tabi`it tabi`in, perkembangan Islam abad pertengah, perkembangan Islam kontemporer, dan hingga sejarah perkembangan Islam di Nusantara dan berbagai penjuru dunia.

Penutup

Guru Agama Islam (GAI) yang merupakan profesi yang ditempuh dari pendidikan agama Islam selama di perkuliahan, akan menjadi spesifikasi sesuai dengan zamannya. Seiring dengan banyaknya umat muslim di seluruh dunia, dan perkembangan lembaga pendidikan Islam yang terus menerus akan bertambah sehingga profesi guru agama Islam mencapai pada titik spesifikasinya, PAI akan menjadi PGQH, PGAA, PGF, dan PGSKI. Wallahu a’lam.