Berita

Sosialisasi Dan Sensitivitas Gender Pada Mahasiswa

Administrator | Kamis, 19 April 2018 - 08:55:11 WIB | dibaca: 557 pembaca

Persoalan ketimpangan gender meski telah mendapatkan dukungan dari pemerintah dengan instruksi presiden (INPRES) Republik Indonsia NO 9/2000 tentang pengarusutamaan gender dalam Pembangunan Nasional, hingga saat ini masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Dalam lingkup PTKI, terdapat sarana prasarana kurikulum, kegiatan akademik dan non akademik yang mengharuskan terintegrasi dengan persepektif gender sebagai amanat pembangunan nasional dan global.

Diskusi gender yang berjudul “Penguatan Sensitivitas Gender Mahasiswa Menuju Kampus Responsif Gender Digelar Rabu (14 Maret 2018) diruang senat lantai III rektorat STAIN Kudus diharapkan mampu mengurai masalah tersebut pada tingkat mahasiswa.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa  di lingkungan STAIN Kudus dan organisasi ekstra kampus. Ketua STAIN Kudus yang diwakili oleh wakil ketua III Dr. H. Abdurrahman Kasdi,Lc.,M.Si menyampaikan dukungan atas kegiatan tersebut. Kesetaraan dan keadilan gender selain amanat Pembangunan Nasional juga sejalan dengan nilai keislaman yang humanis dan egaliter, sebagai representasi Islam rahmatan lil ‘alamin.

Acara yang berlangsung dari pagi-sore ini, dipandu oleh narasumber tim dari PSG STAIN Kudus. Dr. Hj. Nur Mahmudah, MA . Dr. Ani Ismayawati. H. Nur Said. S.Ag, MA,. M.Ag. Dr. Hj. Umma Farida. Ma. Siti Malaikha Dewi. S.Sos. M.Si.  

Materi yang disampaikan mulai dari konsep dasar gender, gender dalam kehidupan sosial dan budaya, gender dan teks keislaman: Al-qur’an dan hadis serta gender dan media. Kegiatan berlangsung dengan semangat dan penuh diskusi ilmiah. Dalam diskusi muncul sharing beberapa problem dari mahasiswa seperti ketersediaan kamar mandi bagi mahasiswi yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswinya. Kebijakan netral gender yang menyediakan kamar mandi dalam jumlah yang sama bagi mahsiswa dan mahasiswi menimbulkan ketidakadilan bagi mahasiswi yang harus antri lama. juga usulan tangga yang landai sehingga ramah bagi perempuan, anak dan difabel.

Kegiatan ini ditutup oleh ketua PSG STAIN Kudus  Dr. Hj. Nur Mahmudah,MA. yang menekan perlunya sinergi dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam upaya mewujudkan keadilan gender dalam lingkup terkecil di organisasi masing-masing maupun lingkup lebih luas di dalam maupun luar kampus.  
(PSG)