Artikel

WHO ARE YOU ? (BEKAL MASUK DUNIA PERKULIAHAN) Oleh : Adlina Utsman

TIPD STAIN Kudus | Selasa, 02 Agustus 2016 - 15:43:40 WIB | dibaca: 1859 pembaca

WHO ARE YOU ?
(BEKAL MASUK DUNIA PERKULIAHAN)
Oleh : Adlina Utsman*

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di STAIN Kudus telah melalui tahap Prestasi Akademik dan Ujian Masuk Nasional. Pada Tanggal 02 Agustus 2016, PMB STAIN Kudus  menyeleksi calon mahasiswa baru tahap masuk mandiri yang setidaknya lebih dari 80 kelas sudah dipersiapkan dengan 30 kursi per kelasnya. Atmosfer “baru” seketika menjadi moment bagi mereka yang datang dan bagi mereka yang didatangi. Segala sesuatu dipersiapkan untuk menyambut moment penuh gegap gempita itu. Bagaimana tidak, mahasiswa baru, sekolah [kampus] baru, teman baru, guru [dosen] baru, iklim baru, tempat nongkrong baru, mata pelajaran [mata kuliah] baru, dsb.

Seperti layaknya peperangan, harus disadari bahwa para calon mahasiswa [mahasiswa baru] akan menghadapi jenis peperangan yang baru dalam segmen kehidupannya. Dalam peperangan, bukan hanya soal kemenangan yang menjadi tujuang utama melainkan bagaimana proses untu dapat sampai dalam peperangan itu. Oleh karena itu, strategi dalam berperang atau berjuang sangat menentukan akhir dari perjuangan seseorang [mahasiswa].

Sebagaimana strategi perang yang terkenal dari Sun Tzu, “Kenalilah musuhmu, kenalilah diri sendiri, kenalilah medan perangmu. Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa resiko kalah. Kenali Bumi, kenali Langit, dan kemenanganmu akan menjadi lengkap.” Soeryomentaram, seorang filusuf Jawa mengemukakan bahwa agar seseorang menemukan kebahagiaan [kemenangan], seseorang harus kawruh jiwa (tau akan dirinya sendiri), seseorang harus bebas dari kramadangsa dirinya sendiri agar menemukan kememangan. Literatur sufi khas ala Al Ghazali juga bermakna serupa, “Kenali dirimu untuk mengenal Tuhanmu”.  Demikian juga untaian kata pengobar jiwa dari bung Karno “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. Beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang diri sendiri menjadi fokus perhatian yang sangat penting dalam hidup seseorang.

Demikian juga dalam hal memasuki dunia perkuliahan, menjadi mahasiswa adalah berbeda dengan menjadi seorang pelajar. Masa perkuliahan (usia 18 – 24 tahun) adalah masa perkembangan transisi dari masa remaja akhir menuju dewasa awal. Peran dan tugas yang didapatkan oleh mahasiswa sudah berbeda dari masa sebelumnya. Peran dan tugas ditekankan lebih serius seperti cara berfikir yang dituntut untuk lebih kreatif, rasional, kritis, dewasa dan menentukan sendiri paham yang menjadi keyakinannya. Secara garis besar, mahasiswa bukan hanya sebagai seorang insan akademis, tapi juga pada keluarga dan masyarakat.

Peran dan tugas yang bebannya lebih berat dari masa sebelumnya tersebut adalah bukan karena adanya tuntutan dari kampus, keluarga dan masyarakat. Peran dan tugas mahasiswa tersebut sebenarnya merupakan kebutuhan dari perkembangan kognitif manusia di usia perkuliahan. Jika manusia pada tahap dewasa awal tidak cukup optimal melaksanakan tugas-tugas yang menjadi kebutuhan di masa nya, seseorang akan mengalami kesulitan dalam menapaki ruang hidup di masa selanjutnya (Hurlock, 1968: 52).

Salah satu Tahap perkembangan kognitif yang harus disadari untuk dilalui oleh mahasiswa adalah Tahap pencapaian [achieving stage] yaitu Perolehan pengetahuan tidak hanya untuk memperoleh pengetahuan saja akan tetapi pengetahuan yang sudah didapat digunakan untuk mengejar tujuan, seperti karier, keluarga dsb. Tahap ini harus dilalui secara matang agar di tahap selanjutnya yaitu tahap tanggung jawab [responsible stage] seseorang mampu memecahkan masalah praktis yang berhubungan dengan tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya.

Perolehan pengetahuan di masa ini harus benar-benar disadari bahwa pengetahuan yang mereka miliki tidak lagi sebatas recitation (hafalan). Pengetahuan yang mahasiswa akan dapatkan selama perkuliahan benar-benar akan dimanfaatkan dalam tataran praktis dunia kerja, interaksi dalam lingkup kecil seperti kampus atau dalam lingkup luas seperti masyarakat. Oleh karena itu, mendapatkan pengetahuan dengan jalur rasio atau dengan kata lain pengetahuan dengan pemahaman, sangat menentukan kualitas psikomotorik (keterampilan) seseorang.

Menjadi mahasiswa adalah belajar bertanggung jawab, belajar beradaptasi, belajar menyesuaikan diri, belajar mengendalikan diri dsb agar di masa mendatang mahasiswa mampu menjadi pribadi yang matang. Paling tidak ada 7 ciri kematangan pribadi mahasiswa yang perlu dicapai yakni (Mappiare, 17):
1)    Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego, tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendiri.
2)    Mempunyai tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efisien.
3)    Dapat mengendalikan perasaan-perasaannya sendiri dalam mengerjakan sesuatu.
4)    Berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan
5)    Menerima kritik dan saran, kemauan yang realistis, terbuka terhadap kritik dan saran
6)    Pertanggungjawaban terhadap hasil usahanya
7)    Penyesuaian yang realistis, dapat membawa dan menempatkan diri dan mampu bersikap fleksibel.

Dalam rangka menuju kematangan individu tersebut, mahasiswa harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kegiatan belajar dibangun dengan dasar rasa ingin tahu yang tinggi. Isitlah modern dalam komunitas anak metropolis menyebutnya “kepo” atau “kemal (kepo maksimal)”. Kepo (rasa ingin tahu) dalam hal kebaikan, dalam hal pembelajaran perlu dibangun dan dikembangkan agar terbentuklah suasana pembelajaran. Sementara, “Rasa ingin tahu” tidak mungkin muncul dari individu yang tidak cinta terhadap dirinya sendiri. Jika seseorang tidak mengenal dirinya sendiri, maka dia tidak mungkin akan mampu membangun rasa cinta tersebut. Oleh karena itu, mari teman-teman mahasiswa, kenali dirimu dengan sadar (self awarness), kemudian identifikasi dirimu (self identification) untuk menemukan potensi dan kelebihan, dan untuk mengatasi kelemahan. Selanjutnya self development (mengembangkan diri).


Bismillah, happy study, get fun dan barokallah.

*Dosen STAIN Kudus