Pola Ilmiah Pokok

TIPD STAIN Kudus | Rabu, 30 Oktober 2013 - 15:29:28 WIB | dibaca: 12433 pembaca

POLA ILMIAH POKOK (PIP) STAIN KUDUS

Pola Ilmiah Pokok yang disingkat PIP adalah unggulan bidang keilmuan yang diharapkan menjadi perhatian dan penekanan seluruh civitas akademika dalam proses pembelajaran dan semua kegiatan STAIN Kudus. Pola Ilmiah Pokok STAIN Kudus mulai tahun 2007- sekarang adalah ISLAM TRANSFORMATIF. 

Pola Ilmiah Pokok (PIP) STAIN Kudus adalah Islam Trasformatif yaitu pola atau cara fikir dalam memahami agama Islam yang ditandai dengan tiga pergeseran yaitu : Pertama pergeseran dari pikir ke aksi, Kedua pergeseran dari teks ke konteks dan Ketiga pergeseran dari individu ke sosial.
Dengan PIP ini, diharapkan lulusan STAIN Kudus dan seleuruh civitas akademika memiliki kualitas memahami agama dengan tiga pergeseran tersebut.
 
Pola Ilmiah Pokok (PIP) STAIN Kudus diharapkan mampu melahirkan profil lulusan atau alumni yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Alumni STAIN tidak cukup hanya memiliki pengetahuan yang sifatnya kognitif melainkan harus mampu memiliki perilaku yang tepat baik secara individual maupun sosial.

  1. Pergeseran dari pikir ke aksi adalah seluruh lulusan dan civitas akademika STAIN Kudus tidak cukup hanya memiliki pikiran atau konsep saja melainkan harus memiliki aksi atau tindakan yang nyata dan bermanfaat untuk masyarakat.
  2. Pergeseran dari teks ke konteks adalah seluruh lulusan dan civitas akademika STAIN Kudus tidak cukup hanya memiliki pemahaman yang bersifat tekstual melainkan harus memiliki pemahaman yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
  3. Pergeseran dari individu ke sosial adalah bahwa seluruh lulusan dan civitas akademika STAIN Kudus tidak cukup hanya shaleh secara individu melainkan harus sholeh secara sosial, artinya kebaikan yang dimiliki tidak hanya didalam dirinya sendiri malainkan juga harus berimplikasi kepada elemen lain yang bersifat organaisasi atau lembaga.

Sarana sosialisasi unggulan keilmuan atau PIP dilakukan dengan berbagai cara antara lain:

Pertama, melalui acara ospek dan matrikulasi mahasiswa baru yang dilaksanakan mulai tanggal 23-28 agustus 2013. Sebanyak 2200 mahasiswa baru STAIN Kudus baik mahasiswa program sarjana (S1) maupun mahasiswa pascasarjana (S2) di bekali Islam Transformatif yang notabenenya sebagai unggulan keilmuan bagi STAIN Kudus. Tujuannya agar seluruh mahassiwa baru mulai mengenal sehingga pada saat pekuliahan mereka sudah memahami apa Islam Transformatif. Islam Transformatif  secara resmi di atur dalam Statuta STAIN Kudus nomor 88 tahun 2008 yang harus dipahami, dihayati dan diaplikasikan seluruh civitas akademika baik selama menempuh studi di kampus maupun setelah lulus dari pergruuan tinggi tersebut.

Kedua, Melalui berbagai workshop baik internal STAIN Kudus maupun pada saat workshop dengan para stakeholders lainya. Misalnya pada saat workshop dengan guru PAI Kab. Kudus, pada tanggal 24-25 Agustus 2013. Workshop dengan Guru Madrasah Kab. Jepara yang dilaksankaan pada tanggal 1 Septemebr 2013, Workshop dengan organisasi sosial keagamaan kerjasama dengan IPNU Cabang Jepara yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 14 september 2013. Workshop dengan organisasi sosial keagamaan kerjasama STAIN Kudus dengan IPNU Cabang Kudus yang dilaksanakan antara bulan September dan Oktober 2013. Dan juga workshop tentang PTK kerjasama dengan Dewan Pendidikan Kab. Grobogan.

Ketiga, melalui muatan kurikulum yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Islam Transformatif di desain secara integral dengan kurikulum sehingga semua mata kuliah memiliki misi untuk menyampaikan atau menjelaskan tentang Islam transformatif.

Islam Transformatif adalah sebuah doktrin atau salah satu bentuk kepribadian civitas akademika STAIN Kudus yang mampu menampilkan sosok agama secara tepat, santun damai anti anarkhis dan radikalisme. Islam transformatif ditandai dengan adanya perubahan atau pergeseran dalam tiga hal;

Pertama, profil lulusan STAIN Kudus harus  mampu melakukan pergeseran dari  teks ke konteks, artinya civitas akademik STAIN Kudus tidak cukup hanya memiliki pengetahuan secara teoritis atau tekstualis. Karena pemahaman yang tekstualis akan melahirkan keberagamaan yang monoton, literalis dan akhirnya berfikir dan bersikap atau berperilaku berdasarkan asas hitam putih. Oleh sebab itu lulusan STAIN Kudus harus mampu berfikir secara kontekstual dalam artian mampu memiliki cara pandang  yang relevan dengan dinamika atau tuntutan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.

Kedua, profil lulusan STAIN Kudus harus mampu melakukan pergeseran dari teori ke aksi, yaitu civitas akademika atau lulusan STAIN Kudus  tidak cukup hanya memiliki khazanah ilmu yang bersifat teoritik saja, tetapi ilmu yang dimiliki harus benar benar mampu di aplikasikan kedalam kehidupan bermasyarakat, dengan kata lain profil lulusan STAIN Kudus tidak boleh hanya omong saja, tetapi harus benar benar memiliki karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, profil lulusan STAIN Kudus juga harus mampu melakukan pergeseran dari individu ke sosial, yaitu lulusan STAIN Kudus tidak boleh hanya memiliki kesalehan sebatas individunya saja, tetapi kesalehan harus bersifat sosial atau kolektif, misalnya pada saat para lulusan STAIN Kudus menduduki posisi penting atau jabatan maka harus benar-benar mampu menjelma sebagai uswatun hasanah atau contoh yang baik dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya.

Banyaknya permasalahan bangsa dan agama dalam kehidupan akhir-akhir ini seperti, mudah tawuran, kekerasan yang mengatasnamakan agama, korupsi, penindasan, kemiskinan, semua ini contoh nyata umat Islam belum memiliki pergeseran dalam memahami nilai nilai agama. Penghayatan dan pemahaman agama baru sebatas teori, yang bersifat tekstualis sehingga hanya bermanfaat sebatas individu saja. Dengan pemahaman Islam Transformatif maka persoalan bangsa dan agama di Indonesia akan dapat di kurangi secara evolutif, sampai mencapai tatanan  kehidupan yang damai, santun, baldatun thoyyibatun warobun ghofuur.

Ketiga pergeseran itu wajib di pahami dan mampu dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika STAIN Kudus, oleh sebab itu mulai masuk pertama kali para mahasiswa baru harus diberi bekal tentang pengertian, apa dan bagaimana Islam Transformatif, sehingga nanti setelah mengikuti perkuliahan mereka tinggal melakukan pengembangan atau pendalaman tentang Islam Transformatif.