Tentang STAIN Kudus

TIPD STAIN Kudus | Kamis, 08 Maret 2012 - 20:08:00 WIB | dibaca: 15615 pembaca

 


 STAIN Kudus dapat dikatakan satu satunya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) diwilayah Pantai Utara (Pantura) bagian timur Jawa Tengah yang lokasinya dikelilingi oleh 7 (tujuh) kabupaten yaitu kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora dan juga kabupaten Tuban Jawa Timur.

Awal mula keberadaan STAIN Kudus diilhami oleh pemikiran dan perjuangan mendakwahkan Islam di wilayah jawa khususnya dan Indonesia umumnya, yang secara umum dapat dikatakan bahwa keberhasilan perlu didukung oleh lembaga pendidikan Tinggi yang memiliki kekhususan pengkajian masalah pengembangan keilmuan dan solusi alternatif masalah masalah umat Islam. memiliki lokasi wilayah geografis tidak dapat terlepas dari sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Indonesia yaitu Institut Agama Islam Negeri.

Diawali dari perjuangan para raja raja Islam tempo dulu dan perjuangan para wali Allah yang di kenal dengan perjuangan dakwah Islam walisongo menguatkan argumen bahwa di perlukannya berdirinya sebuah lembaga yang kuat untuk mengembangkan epistimologi dan karangka ilmu Islam yang mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya.

Dilihat dari aspek geografis, STAIN Kudus memiliki dua tokoh pejuang Islam yang memiliki kredibilitas keilmuan, dan moral yang tidak bisa diragukan lagi yaitu  Ja'far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria). Dua tokoh ini memiliki sikap dan perilaku yang layak dijadikan panutan dan inspirasi pengembangan STAIN Kudus. Kedalaman ilmu keislaman, kematangan dalam menghadapi problematika masyarakat, dan kegigihan dalam mendakwahkan Islam patut dicontoh dan menjadi rujukan bagi civitas akademika STAIN Kudus. Kata “Kudus” yang didepan kata STAIN mengandung dua makna yaitu pertama Kudus menandakan nama wilayah atau kota yang terkenal dengan kota kretek dan kota jenang. kedua, Kudus menandakan adanya semangat perjuangan dari dua tokoh Islam yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.

STAIN Kudus memiliki tiga fungsi yang dinamakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pertama, Pendidikan dan pengajaran, kedua, penelitian dan ketiga pengabdian kepada masyarakat.

Pendidikan dan pengajaran  adalah proses pengembangan keilmuan melalui interaksi antara dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan dalam tempat dan kurun waktu yang telah ditentukan.

Penelitian adalah proses pengembangan ilmu yang dilakukan seorang dosen ataupun mahasiswa baik perseorangan dan/atau kolektif (bersama-sama)   didukung dengan data akurat (valid dan reliabel) yang diperoleh dari lokasi penelitian.

Pengabdian kepada masyarakat adalah proses sosialisasi atau implementasi teori kedalam kehidupan masyarakat agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi problematika kehidupannya.

Berdasarkan Tri Dharma tersebut, maka STAIN Kudus secara umum memiliki dua peran dan tanggung jawab,  yaitu:

a.  Peran dan tanggung jawab keilmuan; STAIN Kudus harus memiliki komitmen dalam proses pengembangan teori keislaman dan mengaplikasikan teori kedalam kehidupan masyarakat dengan target masyarakat memiliki kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan hidup (lifeskill) secara optimal.

b.  Peran dan tanggung jawab dakwah islamiyah; STAIN Kudus harus memiliki misi menyebarkan dan memperkuat kualitas tauhid bagi masyarakat Islam sehingga masyarakat benar benar memiliki kepribadian Islam secara utuh dan komprehensif.

Bagian dari proses optimalisasi peran dan tanggung jawab, maka STAIN Kudus memiliki visi dan keunggulan ilmu yang bernama Islam Transformatif yaitu pola pikir yang menjadikan kepriabdian civitas akademika lebih humanis, damai, santun dan menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi. Nilai nilai Islam tidak cukup hanya di ucapkan (dilesan) saja, tetapi nilai nilai Islam harus mampu diaplikasikan yang akhirnya menjadi filosofi kehidupan (Way of life) bagi semua umat Islam.

Islam Transformatif ditandai dengan tiga pergeseran. Pertama; kesediaan untuk melakukan pergeseran dari teks ke konteks. Kedua, kesediaan untuk melakukan pergeseran dari teori ke aksi, dan ketiga, kesediaan untuk melakukan pergeseran dari kesalehan individual ke kesalehan sosial. Artinya profil umat Islam dan seluruh civitas akademika STAIN Kudus tidak cukup hanya dalam batas teori, tekstual dan kesalehan individual. Tiga sikap itu harus bergeser menuju aksi, konstekstual dan kesalehan sosial. Lebih jelasnya terlihat dalam diagram sebagai berikut:

 

Islam Normatif

Islam Transformatif

Teori

Dari Teori -  Ke Aksi

Tekstual

Dari Tekstual – Ke Kontekstual

Individual

Dari Individual -  Ke Sosial

 

STAIN Kudus memiliki semboyan dalam menjalankan tugas dan fungsinya yaitu “Bermutu” dan “Bermanfaat”. Semboyan ini harus menjadi semangat seluruh civitas akademika dalam menjalankan tugas dan fungsinya.  Bermutu lebih mengarah kepada kepatuhan atas ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan. Seluruh civitas akademika dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus selalu memperhatikan etika, aturan dan ketentuan yang berlaku baik dalam konteks agama, maupun sosial. Yang harus diperhatikan tidak cukup hanya etika dan peraturan agama saja, melainkan juga harus memperhatikan etika, peraturan dan perundang undangan yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bermanfaat mengandung makna atau kosnekuensi, apa yang dilakukan seluruh civitas akademiak STAIN Kudus harus memiliki pengaruh atau dampak positif  untuk dirinya maupun  orang lain (masyarakat). Dimanapun tempatnya para civitas akademika dan/atau alumni harus  selalu memberikan pengaruh positif bagi dirinya sendiri maupun orang lain (masyarakat). 

 Sampai tahun 2013 STAIN Kudus memiliki 17 (tujuhbelas) program studi untuk jenjang sarjana (S1), 12 (duabelas)  prodi sudah melaksanakan proses pembelajaran dan yang 5 (lima) prodi proses menunggu SK dari kemenag RI. Selain itu, STAIN Kudus juga sudah memiliki dan 2 (dua) program studi (prodi) untuk jenjang pascasarjana (S2).

Program studi jenjang sarjana (S1) terdiri dari :

1. Jurusan Tarbiyah

a.      Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)

b.      Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

c.      Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

d.      Prodi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA)

e.      Prodi Sastra Arab (SA) ( Proses menunggu Sk dari  

         Kemenag)

2.  Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam

  a.     Prodi Ahwal  Syakhshiyyah (AS)

  b.     Prodi Ekonomi Syariah( ES)

  c.     Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)

  d.     Prodi Zakat  dan Wakaf (ZW)

3.   Jurusan Ushuluddin

   a.     Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IQT)

   b.     Prodi Ilmu Aqidah (IA)

   c.     Prodi Ilmu Hadits (IH) ( Proses Menunggu Sk dari

          Kemenag)

   d.     Prodi Ilmu Tasawuf (IT) (Proses Menunggu SK dari

          Kemenang)

4.    Jurusan Dakwah dan Komunikasi

    a.     Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)

    b.     Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

    c.     Prodi Manajemen Dakwah (MD) (Proses Menunggu

           SK dari Kemenag)

    d.     Prodi Pengembangan  Masyarakat Islam (PMI)

           Proses Menunggu Sk dari Kemenag)

Pengembangan kualitas akademik bagi masyarakat dilakukan dengan cara melakukan pendirian Program Magister (S2). Akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013, STAIN Kudus memperoleh SK pengelolaan pascasarjana dengan dua prodi sebagai berikut:

1. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

2. Program Studi Ekonomi Syariah (ES)